Desain Grafis: Sekelumit Pengalaman

Sejak saya kuliah, saya suka desain grafis dan membuat poster atau media grafis lainnya, meskipun belajar otodidak saja. Di komputer saya, ada folder "[GRAPHIC DESIGN]" dengan subfolder tahun mulai dari 2014 hingga terakhir saya dokumentasikan tahun 2019. Akan tetapi, portofolio desain grafis saya sudah mulai sejak 2007. Memang saya saat itu bukan mahasiswa jurusan desain dan bukan juga desainer grafis profesional, tapi minat saya terhadap desain grafis membuat saya enjoy saja dengan hal tersebut. Menjadi ketua maupun anggota Divisi Pubdekdok menjadi identitas saya selama menjadi mahasiswa dan aktif dalam berbagai kepanitiaan. Saya ingat, semasa ada di Tingkat Persiapan Bersama (TPB, istilah untuk masa tahun pertama kuliah di IPB University), ada kawan saya membuka jasa pembuatan kaos (saat itu sedang hype membuat kaos kelas, kaos angkatan, komunitas, dan lainnya), dan saya diajak bergabung membuat desain kaos dan waktu itu desain saya disetujui untuk dicetak sebagai kaos kelas B25-B26 (kelas matrikulasi, angkatan 2007). Oh iya, nama usaha jualan kaos kami dulu dinamai "Jogan" (istilah bahasa Jawa yang bermakna lantai), seingat saya maknanya sangat filosofis. 

Saya sama sekali tidak berniat menjadi desainer grafis profesional, tapi kenyataannya, selama menjadi mahasiswa saya sering mendapatkan bayaran atau hadiah dari jasa desain, atau dari lomba, yang jujur saja menambah uang jajan. Misalnya saja juara lomba desain jaket DKM Al-Hurriyyah IPB saat masih di TPB dan hadiahnya bebas mengambil 2 buku di Toko Buku yang ada di lantai dasar Masjid Al-Hurriyyah IPB. Saat itu saya mengambil buku Laskar Pelangi dan Maryamah Karpov karya Andrea Hirata. Juga saya ingat pernah menjuarai Lomba Desain Kemasan Produk Lingkar kampus binaan LPPM IPB, saya agak lupa tahunnya karena sertifikatnya tidak saya ambil, sekitar 2009 atau 2010, hadiahnya uang 1,5 juta (dipotong pajak) saja yang saya ambil. Cerita lain yang saya masih ingat, saat menjuarai Lomba Desain  Logo Asosiasi Sekolah Kedokteran Hewan Asia Tenggara (SEAVSA) tahun 2010, hadiahnya satu lembar USD 100, saya ambil di ruang Dekan (kala itu masih Prof. I Wayan Teguh Wibawan). 

Selain itu, ada juga desain yang sifatnya permintaan: desain logo Nomor Kontrol Veteriner (NKV), desain poster berbagai pertemuan ilmiah, desain leaflet FKH IPB, desain leaflet Program Studi Kesmavet, sampul buku, kartu nama, brosur, logo dan lain sebagainya. Di antara ratusan portofolio selama beberapa tahun, paling banyak memang desain poster, sertifikat, spanduk, dan backdrop yang menjadi keperluan suatu acara. Salah satu yang juga masih saya kenang adalah ketika saya memutuskan untuk membuat desain undangan pernikahan sendiri, dan mencari jasa percetakan sendiri, dengan tujuan untuk menekan pengeluaran pernikahan yang tidak begitu penting.  Kelebihannya tentu saja undangan pernikahan saya adalah undangan khusus yang tidak ada duanya di dunia, bukan menggunakan template undangan yang sudah ada.

Aktivitas desain grafis masih saya jalani sebagai selingan sampai tahun 2019 sebelum saya berangkat ke Jepang. Setelah di Jepang, aktivitas tersebut sangat saya kurangi karena beberapa alasan, baik itu kesibukan, ataupun karena faktor software desain grafis saya yang lisensinya sudah habis, selama ini saya terbiasa menggunakan CorelDraw (versi pertama yang saya pakai adalah CorelDraw X3 yang dirilis tahun 2005). Akan tetapi, akhir-akhir ini, saya lebih banyak menggali potensi beberapa software dasar seperti Microsoft Powerpoint untuk membuat desain, atau kadang juga menggunakan Adobe Photoshop. 

Tahun lalu, sekitar akhir September 2021 saya mengikuti lomba poster yang diselenggarakan oleh Direkorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI. Informasi lomba ini saya dapatkan dari Guru dan Senior saya, Dr. Denny W. Lukman (Divisi Kesmavet, FKH IPB. Fyi, FKH IPB saat ini sudah resmi bertransformasi menjadi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis atau disingkat SKHB).  Meskipun tidak menjadi juara utama, tapi poster saya terpilih sebagai Juara Hiburan. Rangkaian kegiatan terkait dan pengumuman pemenang lomba poster dapat diikuti di laman youtube Direkorat Kesehatan Masyarakat Veteriner.

Proses pembuatan ilustrasi dan desain poster "Waspadai dan Cegah Rabies"



Screenshot dari laman Youtube Direktorat Kesmavet, Kementerian Pertanian RI.

Demikian sekelumit cerita pengalaman saya terkait dengan desain grafis. Meskipun aktivitas ini mungkin tidak akan berlanjut, tapi pengalaman selama lebih dari 10 tahun  menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Apapun bentuk kreativitasnya, insyaAllah akan terus berkarya. 


Dokter hewan. Dosen. Blog menjadi media tulis selain kertas dan aplikasi pengolah teks.

Post a Comment

Komentar atau tidak komentar tetap thank you.