Tenectomia: Terapi Kasus Contracted Flexor Tendon

Kuda adalah hewan berkuku satu dari famili Equidae dan merupakan hewan yang memiliki karakterisik tersendiri. Secara anatomi, kuda memiliki perototan yang besar dan kuat sehingga lebih mudah dipelajari, jika dibandingkan dengan hewan lain seperti anjing, kucing, kambing, dan domba. Ditambah lagi, kuda hanya memiliki satu jari yang berkembang pada setiap kaki, sehingga lebih mudah untuk mempelajari anatomi kaki kuda dibandingkan dengan hewan lainnya.

Kuku merupakan salah satu bagian penting bagi kuda dan beberapa hewan unguligardi secara umum. Pada kuda, permasalahan atau kelainan pada kuku dapat menurunkan performance kuda tersebut. Beberapa waktu lalu, saya membantu operasi tenectomia pada kuda. Kuda jenis Kuda Pacu Indonesia (KPI) berwarna chestnut dengan facial marking irregular blaze tersebut menderita contracted tendon musculus flexor digitalis untuk tendo musculus flexor digitalis profundus pada kaki depan, baik yang kanan maupun kiri. Kondisi yang sudah berjalan kronis tersebut menyebabkan konformasi kaki kuda yang tidak normal. Konstriksi tendo menampilkan kondisi kecenderungan fleksio pada digitnya, sehingga kuda berusaha untuk menahan supaya tidak tersungkur ke depan. Selain itu, slope kuku kuda juga sudah tidak benar, yaitu posisi heel-nya tinggi, kemungkinan karena pada saat berdiri, kuda cenderung menumpukan pada bagian toe. Kondisi kuku seperti ini biasa disebut club foot hoof. Adanya deformitas flexural dari interphalangeal distalis (coffin joint) dan metacarpo-phalangeal (fetlock joint) dapat menampilkan kondisi kuku dengan bentuk club foot (McCurnin dan Bassert 2006). Kondisi tersebut biasa diakibatkan oleh faktor keturunan atau defisiensi nutrisi (Adams 1987).

Persiapan Operasi
Pertama kali, sebelum operasi, dilakukan pemeriksaan fisik, mulai dari kondisi umum, cek suhu rectal, frekuensi napas, pulsus nadi, dan lain-lainnya sehingga terdapat catatan mengenai kondisi hewan. Setelah itu dilakukan persiapan pre-operasi, meliputi persiapan alat-alat, hewan, obat-obatan, dan persiapan tim. Operasi dilakukan di paddock, lokasi yang cukup luas. Pada hewan besar, tidak jarang operasi dilakukan di luar ruangan (outdoor). Prosedur operasi yang digunakan adalah tenectomia pada tendo m. flexor digitalis profundus pada kedua kaki depannya. Anaesthesi umum yang diberikan adalah ketamine HCl (iv) setelah sebelumnya diberikan preparat sedativa xylazine (iv). Untuk local anaesthesia, digunakan preparat lidocaine (im).

Teknik Operasi
Operasi tenectomia dilakukan dengan menyayat kulit dengan orientasi pada bagian laterovolar serta mediovolar untuk kaki lainnya, daerah distal metacarpus, kira-kira sepanjang 4 cm (Gambar 1.1). Pada saat penyayatan. Setelah kulit tersayat, dilanjutkan dengan penyayatan fascia otot. Akan terlihat tendo m. flexor digitalis profundus. Normalnya, tendo tersebut berada di sebelah profundal tendo m. flexor digitalis superficialis. Pada kasus ini, tendo m. flexor digitalis profundus berukuran jauh lebih besar dari tendo m. flexor digitalis superficialis. Hal ini menunjukkan bahwa tendo tersebut sudah mengalami hipertrofi, sebagai bukti bahwa kondisi ini sudah berjalan kronis. 

Gambar 1 Tahapan teknik operasi tenectomia pada tendon m. flexor digitalis profundus (foto: @danangcahyadi)
Setelah kulit dan fascia berhasil dipreparir, tendo m. flexor digitalis profundus dikeluarkan dan dikuakkan dengan bantuan tang arteri ujung bengkok (Gambar 1.2). Pemotongan dilakukan pada dua bagian tendon, kemudian potongan tendon tersebut diangkat (Gambar 1.3). Setelah tendo diangkat, kemudian pada bagian luka diberikan serbuk penicillin-streptomicin. Kemudian luka dijahit (Gambar 1.4untuk selanjutnya ditutup dengan kasa verban dan bandage.

Post-operasi
Gambar 2 Kondisi kuda dengan facial marking irregular blaze (1), sebelum (2-3) dan sesudah operasi (4)
Setelah dilakukan operasi, diharapkan konformasi kaki depan kuda bisa kembali pada kondisi baik (bukan normal seperti kuda sehat, karena tendonya sudah dipotong). Akan tetapi, jika kondisi contracted tendon yang berjalan kronis, dan os metacarpus sudah membentuk eksostose yang mengisi pelebaran sudut ekstensionya, maka sudut ekstensionya susah kembali seperti semula. Dengan exercise dan manajemen pakan yang tepat, masih ada kemungkinan untuk tulang eksostose tersebut menjadi aus, sehingga konformasi kaki kuda menjadi lebih baik.


Referensi
Adams OR. 1987. Lameness in Horses. Philadelphia: Lea & Febiger.
McCurnin DM, Bassert JM. 2006. Clinical Textbook for Veterinary Technicians. Ed ke-6. Philadelphia: WB Saunders

Dokter hewan. Dosen. Blog menjadi media tulis selain kertas dan aplikasi pengolah teks.

2 comments

  1. kereeenn kak,,pengetahuan baru nich ttg kuda.. :D
    1. thank you...ya,sama2 belajar...
Komentar atau tidak komentar tetap thank you.