Bukan "Cuma" Soal Pulau Komodo

Akhir-akhir ini, banyak didengungkan aksi mendukung Pulau Komodo untuk menjadi salah satu keajaiban dunia baru melalui program SMS, seperti  yang saya temui di halaman facebook. Pernah merasa mengirimkan SMS juga? Sebenarnya saya kurang mengikuti bagaimana cerita Pulau Komodo sebagai calon kejaiban dunia baru. Malah sepertinya, dulu pemerintah sudah "mengundurkan" diri (P. Komodo) dari nominasi the New 7 Wonders of Nature. Cerita sebenarnya adalah Yayasan New 7 Wonders of Nature (N7WN) menyetujui Indonesia (Jakarta) sebagai tuan rumah deklarasi tujuh keajaiban alam dunia baru dan mengharuskan Indonesia untuk membayar license fee. Karena dinilai tidak realistis, Indonesia menolak hal tersebut sehingga Yayasan N7WN mengancam akan menarik TN Komodo dari nominasi. Akan tetapi sampai saat ini ternyata masih bisa bersaing dengan yang lainnya. Jusuf Kalla yang didaulat menjadi Duta Komodo menginisiasi gerakan dukungan terhadap TN Komodo melalui MoU dengan beberapa provider. Terus terang, saya mengapresiasi untuk hal ini.

Namun, mau pulau komodo jadi keajaiban dunia baru atau tidak, itu bukan perkara penting, toh itu semua sudah kekuasaan dan keajaiban Tuhan. Lebih penting adalah mempertahankan keseimbangan ekosistem agar komodo tidak cepat punah; berlaku universal untuk satwa-satwa lain. Bayangkan saja, andaikan Pulau Komodo termasuk dalam 7 kejaiban dunia baru, dan suatu saat Pulau Komodo tinggal pohon kering serta debu, harga diri bangsa ini mau diloakkan dimana lagi? Sementara kita tahu, demi mengejar setoran dari minyak sawit, pengusaha "tega" membantai Orangutan karena dianggap hama. Hama katanya?! pernyataan bodoh yang pernah saya dengar dari mulut orang-orang hina seperti mereka.

Sekedar untuk intermezo, saya pun kaget, senang, dan malu. Why? belum lama ini pertemuan tahunan World Heritage Committee di Paris, pada 22 Juni 2011 yang memasukkan hutan hujan tropis di Sumatera sebagai List of World Heritage in Danger (Living Planet Vol.1 No.27/Agustus 2007). Orang lain saja peduli, masa' kita sendiri tidak peduli.

Bagi Anda yang berperan dalam pembantaian satwa untuk kepentingan bisnis, atau Anda adalah seorang yang memiliki kekuasaan dan membiarkan hal itu terjadi, sementara Anda bergaya mendukung Pulau Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia baru, percayalah, Anda sedang mempermalukan diri Anda di hadapan Tuhan. Alam ini diciptakan oleh Tuhan dengan penuh kedamaian, dengan misteri hubungan satu sama lain. Artinya, secara habis-habisan memanfaatkan alam (bukan memanfaatkan secara lestari) adalah merusak ekosistem, merusak tempat kita bernaung, dan berarti menggali kubur sendiri. Na'udzubillah.
Salam lestari!
Dokter hewan. Dosen. Blog menjadi media tulis selain kertas dan aplikasi pengolah teks.

4 comments

  1. setuju masdab *pasang empat jempol*
  2. Wow, mba Laras...thanks....jempol kakinya diturunin dikit deh..wkwkwk
  3. aku belum kirim sms, kalo sekarang kirim udah telat belum ya kira-kira? huhuhu
  4. wah, ga update nih....SMS komodo itu cuma untuk mencari untung aja, ga ada kaitan sama vote komodo. lembaga yang menyelenggarakan N7WN juga ga kredibel,,,UNESCO aja ga dukung...
Komentar atau tidak komentar tetap thank you.