Perjuangan dibalik Pelepasliaran "Happy Feet"

Masih ingat dengan berita mengenai seekor pinguin kaisar, "happy feet", yang siap mengarungi lautan? Ya, seekor pinguin kaisar yang ditemukan Juni lalu dalam kondisi kritis di pantai New Zealand. Secara tidak sengaja, saya mendapati video di youtube tentang penanganannya oleh dokter hewan Lisa Argilla, seorang ahli bedah veteriner bersama timnya. Pinguin Kaisar tersebut dirawat di sebuah kebun binatang di Wellington. Tim dokter berusaha mengeluarkan pasir yang mencapai 3 kg serta patahan kayu/stik dari dalam saluran pencernaannya.

Pinguin diketahui biasa memakan salju untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh. Pinguin tersebut telah dilepasliarkan (release) dan menghadapi tantangan akibat perubahan iklim dan lingkungan di Antartika. Suatu pilihan yang sulit bagi pinguin tersebut dan juga tantangan bagi kita terhadap pelestarian alam secara bijaksana untuk mencegah semakin parahnya kondisi lingkungan akibat global warming. Melihat video ini, saya teringat pada manga Wildlife karya Masato Fujisaki yang bercerita seputar profesi kedokteran hewan. Menjadi teringat karena dalam manga tesebut, Tesshō pernah mendiagnosa penyakit pada seekor pinguin hingga akhirnya paruhnya dipotong.


Okay, kembali ke video tadi, semakin menyemangati saya bahwa dokter hewan bukan profesi yang dipandang sebelah mata di dunia. Mungkin lain cerita dengan pandangan masyarakat Indonesia, but it's okay. Satu kalimat mulia yang disampaikan oleh Mahatma Gandhi perlu anda tahu: The greatness of a nation and its moral progress can be judged by the way its animals are treated.

Dokter hewan. Dosen. Blog menjadi media tulis selain kertas dan aplikasi pengolah teks.

5 comments

  1. kasian ya penguinnya..
    tgl 5 sept. aku liat foto2nya Happy Feet di news.yahoo
    semoga aja dia bisa bertahan hidup ...

    oia, aku juga baca manga wildlife lhoo... ^__^
  2. iya, kasian bgt....sejak juni lalu ditemuin, happy feet jd sorotan media....


    Bagus kan? Film'nya dah liat belom? yg di kamboja n thailand...
  3. neng new zealand ga ono salju, onone pasir, makan pasir deh...

    iyo, kasusnya bagus2.. tambah karakter-e sik koplak2, marai ngguyu.. hehehehe
    filmnya belum liat.. bagus juga ya? kyake kancaku blm ada yg punya e... *tukang kopas*
  4. wah, harus liat tuh....Tessho yg keliatan slengekan tp tetep cerdas,,,,dibanding yg senior skalipun...
  5. ya besok tak nyari filmnya..

    weh tp menurutku tessho itu cerdasnya masih kalah sama oon dan inosennya, hehehehehe

    kui baca onlen opo sewa/beli/pinjam mas?
Komentar atau tidak komentar tetap thank you.